arti dan makna bougenville
Penyanyi Broery Pesolima
mempersonifikasikan bunga bugenvil sebagai lambang kasih untuk kekasih
(pacar), ibu, anak dan semua insane di dunia. Tapi ada masyarakat yang
menganggap bugenvil memiliki sifat “satrio wirang”, sehingga pantang
ditanam di depan rumah agar pemilik tidak mendapat musibah yang
memalukan.
Sejarahnya bunga Bugenvil berasal dari
Amerika Latin, ditemukan pertama kali oleh Antonie de Bougainville tahun
1769 – 1776 di Brazil. Mulai hadir sebagai tanaman hias di Indonesia
sejak tahun 1961.
Sifat aneh bugenvil terletak pada fase
pembungaannya. Jika tumbuh di tempat yang kurang subur dan kering,
pertumbuhan tanaman justru menghasilkan pembungaan yang lebat.
Penampilan yang mempesona justru ada pada daun penumpu bunga, sedangkan
bunga sesungguhnya kurang menarik karena kecil dan polos.
Dari 13 spesies bunga bugenvil, yang paling dominan ditanam adalah Bougenvillia spectabilis dan Bougenvillia glabra. Semuanya
tergolong family Muctaginaceae. Yang pertama berbunga cerah dengan
untaian bunga yang menonjol dan rangkaian yang cukup panjang, warnanya
antara lain : putih, ungu, orange, salem, merah. Varietasnya yang
terkenal Rubra Plena dan Mary Palmer. Yang kedua penampilan dan bentuk
bunganya kurang menonjol, karena bunga muncul di antara daun.
Varietasnya antara lain Magnifica yang berbunga ungu muda, dan Formusa.